Allah, kami tahu Engkau tidak akan meninggalkan hambaMU
sendirian, bahkan Engkau berjanji lebih
dekat dengan kami, lebih dekat dibanding urat nadi kami sendiri.
Hanya kami yang terkadang menjauh darimu, menuruti keinginan yang fana.
Sabda nabiMU yang menyatakan bila Engkau mencintai suatu
kaum, niscaya Engkau akan menguji mereka, semoga itu yang kami rasakan saat
kami merasa ada sesuatu yang tak nyaman pada hati kami, semoga itu adalah bukti
rasa sayangMU kepada kami.
Allah, Engkau lebih tau diri kami, dibanding diri kami
sendiri, sehingga Engkau tahu kadar yang pas untuk memberikan rasa sayang pada hambaMU.
Allah, diluar sana kami sering melihat anak-anak kecil yang
mungkin mereka tidak pernah merasakan hangatnya belaian seorang ibu, meraskan
sejuknya untaian kalimat nasehat, atau tuna
wisma yang tidur di emperan toko, beralaskan kardus tanpa teman tidur. Kami tak
pernah membayangkan betapa hampa hidup mereka, tanpa kasih sayang.
Masih pantaskah kami mengeluh karena begitu banyak orang
yang sayang dan peduli dengan kami, Allah :’(
Saat Engkau mengenalkanku pada dunia kesehatan, Engkau
mengajarkan tiap detik akan begitu berharga, karena detik itulah mungkin jeda
antara ada dan tidak ada. Jerit tangis akan mengajarkan kita arti sebuah
kehilangan dan kehidupan. Begitu berharga hal yang disebut “nyawa”. Kami tidak
bisa memilih kapan Engkau akan mengambil titipanMU.
Allah, kami belajar bahwa masalah tidak akan terlepas dari
sebuah kehidupan. Semakin bertambah umur kami, semakin kami mengenal kehidupan,
akan lebih sering ia datang untuk menjadikan kami dewasa.
Semakin tinggi sebuah
pohon, akan semakin kencang angin berusaha merobohkannya. Semakin dekat petir
menghampirinya.Kesalahan kami yang kadang hanya berfokus pada ujung pohon
yang kamipun tidak tahu pasti kearah mana dia memilih.
Kami kadang lupa sumber kekuatan dari sebuah pohon, sebongkah
“hati” makhluk hidup tersebut. Sesuatu yang tak pernah dilihat, bahkan terlupa.
Sesuatu yang apabila baik, yang menjadi baik semuanya.
Akar membutuhkan pupuk agar ia kuat dalam menghadapi angin
dan petir, begitu pun dengan “hati” yang membutuhkan pupuk agar ia kuat dalam
menghadapi masalah.
Allah, ciptakan seorang manusia pun selalu memiliki buku
panduan agar tak salah dalam mengoperasikan, apalagi ciptaanMU, buku panduan
itu tanpa cacat dan tidak ada keraguan padanya.
Segala sesuatu yang kami tahu, tak ada apa2nya dibanding kuasaMU,
jangan pernah tinggalkan kami.
Allah, bimbinglah kami pada jalan yang Engkau ridhoi. Kami yakin
bahwa sesuatu yang baik menurut kami, belum tentu baik untuk kami, namun
sesuatu yang baik menurutMU pasti baik
untuk kami.
Ajarkan kami untuk membangun cinta kepadaMU, bukan untuk jatuh.
