Assalamu’alaikum Wr.Wb
Ketika aku muda, aku ingin mengubah dunia. Lalu aku sadari,
betapa sulit mengubah dunia. Lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika aku sadar, aku tidak bisa mengubah Indonesia, aku mulai berusaha mengubah
kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, akupun tak
bisa mengubah keluargaku. Aku sadarai bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah
adalah diriku sendiri.
Mengikuti Pengajian I’tikaf Ramadhan (PIR 34) PP Budi Mulia
Yogyakarta banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Tentang bagaimana peran kita
untuk umat dan apa yang bisa kita lakukan setelah ini.
Hal kemiskinan, kebodohan menjadi masalah yang tidak bisa
kita hindari dalam kehidupan kita saat ini.
Bismillahirahmanirrahim, Dengan Menyebut Nama Allah yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dalam sesi “ Siasat Kontribusi Kaum Muda Mengatasi Masalah
Kebodohan dan Kemiskinan” yang disampaikan oleh Ust. Eko Prasetyo mengingatkan
kita bahwa ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan peran yang bisa kita
ambil untuk berusaha bermanfaat untuk sesama.
Penjelasan Ust. Eko , sejarah keruntuhan umat islam karena
orang islam tidak kembali pada kemurnian islam, ketika kita mulai mengabaikan
aspek-aspek spiritual.
Disebutkan juga oleh Al Farabi, bodoh saat tidak memiliki
pengetahuan Illahiah, jahat karena memiliki ilmu tersebut tapi tidak
menerapkan, salah karena warganya memperoleh hal yang berubah-ubah.
Bukan kita bodoh, karena sejatinya karena sejatinya kita
memiliki pengetahuan Illahiah, hanya saja kita masih harus banyak belajar tanpa
melupakan al ‘Alim ( Yang Maha Mengetahui/ Memiliki Ilmu)
Kita juga tak jahat, bukan kita tidak mau menerapkan, hanya
kita masih tertidur, masih terlalu nyaman pada posisi kita sekarang.
Salah karena memperoleh hal yang berubah-ubah. Inilah proses
belajar kita, dihadapkan dengan banyak hal yang berbeda, disajikan banyak
pilihan dalam hidup.
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.
Menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada
Allah” (QS Ali Ilmran: 110)
- · Jadilah orang yang cerdas dengan pengetahuan Illahiah yang kita miliki,
- Jadilah orang yang baik dengan menerapkan ilmu yang kita miliki untuk kebaikan,
- Jadilah orang yang benar dengan menempatkan satu yang kekal sebagai tujuan hidup.
Mata dan telinga yang paling dekat dengan tangan ini adalah
mata dan telinga saya sendiri karena sejatinya tulisan ini adalah nasehat untuk
diri yang masih harus banyak belajar.
Billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Ditulis Di Yogyakarta 29 Ramadhan 1437 H bertepatan dengan 3
Juli 2016.
Kafilah Aisyah binti Abu Bakar
Mutiara Dien S
