Dinginnya udara malam ini bersatu dengan perjuangan seorang
ibu yang hendak melahirkan anak ketiganya.
Terfikir apa kelak saat aku melahirkan aku bisa menasehati diriku
sendiri, menarik nafas panjang, tidur miring kiri, perbanyak istighfar, belum
boleh meneran saat pembukaan belum lengkap. MasyaAllah, inilah sebuah
perjuangan.
“Sembilan bulan ku dalam rahimmu
Bersusah payah oh ibu jaga diriku
Sakit dan lemah tak kau hiraukan
Demi diriku oh buah hatimu” ( Lagu Ibu)
Hamil, kata yang begitu indah dalam sebuah pernikahan.9
bulan 10 hari, waktu panjang, namun
terasa singkat saat dilalui ( kurang lebih seperti itu kata yang sudah pernah
merasakannya :D), hari dengan adanya kehidupan lain di dalam tubuh, bersahabat
dengan makhluk kecil didalam rahimnya.
Banyak perubahan saat sahabat itu ada. Mual muntah diawal
kehamilan, sering BAK karena rahim yang semakin membesar, mulai berbagi makanan
dengan janin. Memasuki trimester 2 saat jantung janin mulai berdetak, saat ibu
mulai merasakan gerakkan di dalam rahimnya, mulai bercanda saat ia mulai
menendang-nendang. Trimester ketiga saat perut semakin membesar dan akan tiba
saat yang ditunggu.
Begitu mulianya wanita hamil dalam Islam, hingga Rasulullah
bersabda “apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka
beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya 1.000
kebaikan dan menghapuskan 1000 kejahatan”
Saat kontraksi semakin sering, semakin lama, saat jalan
lahir mulai membuka, saat kepala janin mencari jalan untuk keluar.kau begitu
sabar melewati waktu ini, saat sakit itu harus kau tahan, saat kau makan dan
minum bukan karena lapar dan haus, tapi karena kau ingin kuat saat meneran. “ibu
saat kau mulai sakit hendak bersalin inilah, Allah SWT mencatat bagimu pahala
orang yang berjihad di jalan Allah”
Perasaan tak karuan, tak bisa tidur, segala posisi sudah kau
coba, tak enak, namun tak ada kata mengeluh keluar lewat bibirmu yang selalu
beristighfar.
Ibu, kau nampak anggun saat melahirkan, bulir-bulir keringat
menunjukkan bahwa engkau adalah perempuan yang kuat.
Kepalanya semakin
terlihat jelas dan terlahirlah hingga lehernya , ia berputar secara otomatis
untuk melahirkan bahunya hingga seluruh badan terlahir semua. ibu “saat engkau melahirkan
anakmu, keluarlah engkau dari dosa-dosa seperti keadaan ibumu melahirkanmu”
Begitu istimewanya perempuan dalam Islam.
Lihatlah sekarang putramu berada diatas perutmu, ia berusaha
mencari asi sendiri. Ia merangkak naik dari perutmu, hangat tubuhmu
menjadikannya tenang dan tentram bersamamu. Setiap tegukan asi yang ia minum, Allah berikan satu kebaikan
untukmu.
Selamat datang anak shaleh, sehat- sehat yaa ;)
Puskesmas
1 Kembaran, 22-23 Sept 2015
