Translate

Senin, 28 November 2016

biarkan ia berjalan..

Ada saat Allah mempertemukan kita dengan orang-orang baik, agar kita belajar kebaikan darinya.

Ada saat Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang belum baik, sehingga kita bisa belajar bersama-sama untuk memperbaiki.


Masih ingat senyuman dan tetesan itu.

Sungguh itu bukan tetesan karena ia lemah, justru ia ingin membasahi tanah dibawahnya agar bibit yang ia tanam tumbuh subur dan menjadi manfaat.

Bukankah pelangi tercipta karena ada tetesan dalam hangatnya cahaya matahari???



Saat waktu terus berjalan, biarkan ia berjalan.

Saat hidup harus berputar, biarkan ia terus berputar.

Berdamailah dengan masa lalu, karena ia begitu jauh dan kita tidak bisa mencapainya kembali.

Jangan pula kau risaukan masa depan, karena ia adalah rahasia yang kita tidak tahu sampai kapan kesempatan  itu diberikan.

Hiduplah di masa sekarang, lakukan terbaik peran yang Allah percayakan kepadamu.

Karena tak ada detik yang tak kita pertanggungjawabkan.

Bukan banyaknya waktu yang kita miliki, namun apa yang kita isi didalamnya..






tetaplah belajar, teruslah memperbaiki :)

Purwokerto, 28 November 2016 



Selasa, 02 Agustus 2016

Catatan Akhir PIR 34



Assalamu’alaikum Wr.Wb

Ketika aku muda, aku ingin mengubah dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah dunia. Lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadar, aku tidak bisa mengubah Indonesia, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, akupun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadarai bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

Mengikuti Pengajian I’tikaf Ramadhan (PIR 34) PP Budi Mulia Yogyakarta banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Tentang bagaimana peran kita untuk umat dan apa yang bisa kita lakukan setelah ini.
Hal kemiskinan, kebodohan menjadi masalah yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan kita saat ini.



Bismillahirahmanirrahim, Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dalam sesi “ Siasat Kontribusi Kaum Muda Mengatasi Masalah Kebodohan dan Kemiskinan” yang disampaikan oleh Ust. Eko Prasetyo mengingatkan kita bahwa ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan peran yang bisa kita ambil untuk berusaha bermanfaat untuk sesama.

Penjelasan Ust. Eko , sejarah keruntuhan umat islam karena orang islam tidak kembali pada kemurnian islam, ketika kita mulai mengabaikan aspek-aspek spiritual.

Disebutkan juga oleh Al Farabi, bodoh saat tidak memiliki pengetahuan Illahiah, jahat karena memiliki ilmu tersebut tapi tidak menerapkan, salah karena warganya memperoleh hal yang berubah-ubah.

Bukan kita bodoh, karena sejatinya karena sejatinya kita memiliki pengetahuan Illahiah, hanya saja kita masih harus banyak belajar tanpa melupakan al ‘Alim ( Yang Maha Mengetahui/ Memiliki Ilmu)
Kita juga tak jahat, bukan kita tidak mau menerapkan, hanya kita masih tertidur, masih terlalu nyaman pada posisi kita sekarang.
Salah karena memperoleh hal yang berubah-ubah. Inilah proses belajar kita, dihadapkan dengan banyak hal yang berbeda, disajikan banyak pilihan dalam hidup.

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS Ali Ilmran: 110)


  • · Jadilah orang yang cerdas dengan pengetahuan Illahiah yang kita miliki, 
  •    Jadilah orang yang baik dengan menerapkan ilmu yang kita miliki untuk kebaikan, 
  •  Jadilah orang yang benar dengan menempatkan satu yang kekal sebagai tujuan hidup.

Mata dan telinga yang paling dekat dengan tangan ini adalah mata dan telinga saya sendiri karena sejatinya tulisan ini adalah nasehat untuk diri yang masih harus banyak belajar.

Billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

                                            Ditulis Di Yogyakarta 29 Ramadhan 1437 H bertepatan dengan 3 Juli 2016.
                                            Kafilah Aisyah binti Abu Bakar


                                            Mutiara Dien S



Kamis, 26 Mei 2016

Dalam sebuah Ikatan

Tak harus bertatap muka untuk berdiskusi,
Tak juga harus saling bergandengan tangan untuk berlari meraih cita.

Kita berasal dari daerah yang berbeda, namun bukan suatu alasan untuk tak saling mengenal.
Kita,
Dibawah langit ibu pertiwi
Merekah mawar menyambut mentari ( Senandung Dakwah Ikatan)
Kita masih dibawah langit yang sama, dalam ikatan merah persyarikatan.

Bersyukur sekali rasanya Muktamar XVII dilaksanakan di ibukota, setidaknya akses kesana mudah dan tidak terlalu jauh dari Purwokerto hehehe. Walau sudah tak lagi di struktural tak mengurangi kecintaanku pada ikatan ini, pada kekeluargaan dan kebersamaannya.


Terimakasih IMMawan Opik yg sudah mau direpotkan pagi-pagi buta hehe..Terimakasih sudah jauh-jauh walaupun katanya dekat tapi tetap saja jauh :), kakak tunggu opik main Purwokerto.

Terimakasih IMMawati Herfina, IMMawati Kutai yang luar biasa. terimakasih jalan-jalan pagi sekalinya hehe. Gak akan lupa jumpa fina di Gedung D5 dan jalan-jalan tengah malam hehe. Ini foto yang diambilin sama fina :)



belum sempat foto bareng yaa nduk. Masih pengen juga bareng sama fina, tapi sudah harus pulang ke purwokerto.. Kakak tunggu fina disini, naik kereta kesininya nduk hehe

Terimakasih IMMawati Heviana/ Ngah Evi IMMawati lampung yang duduknya tepat didepan barisan saya, dan ragu saat mau menyapa, takut salah orang hehe..  Terimakasih waktunya Ibu guru, ustadzah, teman diskusi yang luar biasa. Alhamdulillah bisa jumpa. Kode dari Lampung bertemunya di Jakarta hehe :)



IMMawati Nauba, IMMawati Eka, IMMawati Ummi, srikandi-srikandi IMM yang luar biasa. Sukses perjuangan berangkat Muktamarnya, bawa ilmu umtuk teman-teman di Tapsel. Jauh2 dari Sidimpuan ke Padang lanjut ke Jakarta dan punya cerita sendiri dengan IMMawan Jatim hehehe, Hebat sekali IMMawati-IMMawati ini. Jumpa pertama di depan Asrama Haji. gak akan lupa kakak :), biasanya salam-salam kita tulis di kertas :)






sudah bisa disampaikan secara langsung :), harus edit-edit foto juga biar bisa bersebelahan hehe


Alhamdulillah sudah diberi kesempatan berjumpa



seperti mimpi rasanya bisa berjumpa dengan kalian. Cepat sekali rasa waktu itu berjalan, namun terasa begitu berkesan... terimakasih diantar ke bus


kakak sayang kalian :D :D :D


                                                                                                                             Jakarta, 24 Mei 2016 :)