Translate

Jumat, 25 Desember 2015

Juni dibulan Desember :D

Juni, apa kabarmu hari ini?

Sudah besarkah kau sekarang?

Ku yakin senyummu bertambah manis.  Kau lebih banyak bangun dibanding tidur,sudah berbeda dengan saat usiamu 1 bulan.

Usiamu kini sudah 6 bulan,kau belajar mengenal makanan pendamping asi, selain kau tetap minum asi sampai usiamu 2 tahun.

Semangatmu belajar memiringkan badan, belajar tengkurap, membuatmu sudah pandai berguling-guling sekarang. Kau bisa berguling sesuka hatimu, namun tetaplah hati-hati.

Teruslah belajar, tetaplah bersemangat. Setelah ini banyak yang harus kau pelajari.

Belajarlah duduk dengan penopang tanganmu sendiri, belajarlah merangkak walau terpeleset, bejarlah berdiri dari berpegangan, hingga kau bisa tanpa berpegangan dan kau mulai berjalan.

Lihatlah kakak-kakak itu, mereka sudah bisa berlari mengejar yang mereka inginkan.

Pernahkah kau tanya bagaimana perjuangan mereka hingga bisa berlari??

Mereka pernah jatuh, tapi mereka tetap berusaha berdiri

Mereka pernah menangis, tapi mereka tidak pernah lupa tersenyum

Mereka pernah lelah, tapi mereka tidak pernah berhenti berjuang

Ku yakin kau akan bisa seperti mereka, kelak kau akan bisa berlari mengejar mimpimu sendiri.

Belajarlah dari mereka dan tetaplah menjadi dirimu sendiri :D


Jumat, 25 September 2015

untuk sebuah peran, Ibu



Dinginnya udara malam ini bersatu dengan perjuangan seorang ibu yang hendak melahirkan anak ketiganya.

Terfikir apa kelak saat aku melahirkan aku bisa menasehati diriku sendiri, menarik nafas panjang, tidur miring kiri, perbanyak istighfar, belum boleh meneran saat pembukaan belum lengkap. MasyaAllah, inilah sebuah perjuangan.

“Sembilan bulan ku dalam rahimmu
Bersusah payah oh ibu jaga diriku
Sakit dan lemah tak kau hiraukan
Demi diriku oh buah hatimu” ( Lagu Ibu)

Hamil, kata yang begitu indah dalam sebuah pernikahan.9 bulan 10 hari, waktu  panjang, namun terasa singkat saat dilalui ( kurang lebih seperti itu kata yang sudah pernah merasakannya :D), hari dengan adanya kehidupan lain di dalam tubuh, bersahabat dengan makhluk kecil didalam rahimnya. 

Banyak perubahan saat sahabat itu ada. Mual muntah diawal kehamilan, sering BAK karena rahim yang semakin membesar, mulai berbagi makanan dengan janin. Memasuki trimester 2 saat jantung janin mulai berdetak, saat ibu mulai merasakan gerakkan di dalam rahimnya, mulai bercanda saat ia mulai menendang-nendang. Trimester ketiga saat perut semakin membesar dan akan tiba saat yang ditunggu.

Begitu mulianya wanita hamil dalam Islam, hingga Rasulullah bersabda “apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya 1.000 kebaikan dan menghapuskan 1000 kejahatan”

Saat kontraksi semakin sering, semakin lama, saat jalan lahir mulai membuka, saat kepala janin mencari jalan untuk keluar.kau begitu sabar melewati waktu ini, saat sakit itu harus kau tahan, saat kau makan dan minum bukan karena lapar dan haus, tapi karena kau ingin kuat saat meneran. “ibu saat kau mulai sakit hendak bersalin inilah, Allah SWT mencatat bagimu pahala orang yang berjihad di jalan Allah”

Perasaan tak karuan, tak bisa tidur, segala posisi sudah kau coba, tak enak, namun tak ada kata mengeluh keluar lewat bibirmu yang selalu beristighfar.

Ibu, kau nampak anggun saat melahirkan, bulir-bulir keringat menunjukkan bahwa engkau adalah perempuan  yang kuat.

 Kepalanya semakin terlihat jelas dan terlahirlah hingga lehernya , ia berputar secara otomatis untuk melahirkan bahunya hingga seluruh badan terlahir semua. ibu “saat engkau melahirkan anakmu, keluarlah engkau dari dosa-dosa seperti keadaan ibumu melahirkanmu”

Begitu istimewanya perempuan dalam Islam.

Lihatlah sekarang putramu berada diatas perutmu, ia berusaha mencari asi sendiri. Ia merangkak naik dari perutmu, hangat tubuhmu menjadikannya tenang dan tentram bersamamu. Setiap tegukan asi yang ia minum, Allah berikan satu kebaikan untukmu.




Selamat datang anak shaleh, sehat- sehat yaa ;)
                                                                                                          
                                                          Puskesmas 1 Kembaran, 22-23 Sept 2015

Kamis, 23 Juli 2015

Allah, ajarkan kami untuk tidak jatuh cinta



Allah, kami tahu Engkau tidak akan meninggalkan hambaMU sendirian, bahkan Engkau berjanji  lebih dekat dengan kami, lebih dekat dibanding urat nadi kami sendiri.

Hanya kami yang terkadang menjauh darimu, menuruti  keinginan yang fana.

Sabda nabiMU yang menyatakan bila Engkau mencintai suatu kaum, niscaya Engkau akan menguji mereka, semoga itu yang kami rasakan saat kami merasa ada sesuatu yang tak nyaman pada hati kami, semoga itu adalah bukti rasa sayangMU kepada kami.

Allah, Engkau lebih tau diri kami, dibanding diri kami sendiri, sehingga Engkau tahu kadar yang pas untuk memberikan rasa sayang pada hambaMU.

Allah, diluar sana kami sering melihat anak-anak kecil yang mungkin mereka tidak pernah merasakan hangatnya belaian seorang ibu, meraskan sejuknya untaian kalimat nasehat,  atau tuna wisma yang tidur di emperan toko, beralaskan kardus tanpa teman tidur. Kami tak pernah membayangkan betapa hampa hidup mereka, tanpa kasih sayang.

Masih pantaskah kami mengeluh karena begitu banyak orang yang sayang dan peduli dengan kami, Allah :’(

Saat Engkau mengenalkanku pada dunia kesehatan, Engkau mengajarkan tiap detik akan begitu berharga, karena detik itulah mungkin jeda antara ada dan tidak ada. Jerit tangis akan mengajarkan kita arti sebuah kehilangan dan kehidupan. Begitu berharga hal yang disebut “nyawa”. Kami tidak bisa memilih kapan Engkau akan mengambil titipanMU.

Allah, kami belajar bahwa masalah tidak akan terlepas dari sebuah kehidupan. Semakin bertambah umur kami, semakin kami mengenal kehidupan, akan lebih sering ia datang untuk menjadikan kami dewasa.

Semakin tinggi sebuah pohon, akan semakin kencang angin berusaha merobohkannya. Semakin dekat petir menghampirinya.Kesalahan kami yang kadang hanya berfokus pada ujung pohon yang kamipun tidak tahu pasti kearah mana dia memilih.

Kami kadang lupa  sumber kekuatan dari sebuah pohon, sebongkah “hati” makhluk hidup tersebut. Sesuatu yang tak pernah dilihat, bahkan terlupa. Sesuatu yang apabila baik, yang menjadi baik semuanya.
Akar membutuhkan pupuk agar ia kuat dalam menghadapi angin dan petir, begitu pun dengan “hati” yang membutuhkan pupuk agar ia kuat dalam menghadapi masalah.

Allah, ciptakan seorang manusia pun selalu memiliki buku panduan agar tak salah dalam mengoperasikan, apalagi ciptaanMU, buku panduan itu tanpa cacat dan tidak ada keraguan padanya.

Segala sesuatu yang kami tahu, tak ada apa2nya dibanding kuasaMU, jangan pernah tinggalkan kami.

Allah, bimbinglah kami pada jalan yang Engkau ridhoi. Kami yakin bahwa sesuatu yang baik menurut kami, belum tentu baik untuk kami, namun sesuatu yang baik menurutMU pasti  baik untuk kami. 


Ajarkan kami untuk membangun cinta kepadaMU, bukan untuk jatuh.

Jumat, 13 Maret 2015

Tentang Kami dan IMM

51 tahun usiamu, ikatan merah kami..
29 Syawal 1384 H, bertepatan dengan 14 Maret 1964 M di Yogyakarta. Saat itulah engkau didirikan.
Gerakan mahasiswa Islam yang beraqidah Islam bersumber Al-Qur’an dan As-Sunah.

2009 aku mulai mengenalmu, saat kumulai menapakkan kakiku sebagai seorang mahasiswi dan tak terasa 5 tahun lebih  belajar padamu dan berproses denganmu.

Berawal dari IMM Komisariat Ilmu Kesehatan UM Purwokerto dan berlanjut ke PC IMM Banyumas, perjalananku dimulai.

Entah apa yang membuatku dulu ingin mengenal ikatan ini, tapi yang pasti cerita 
ini menjadi hal yang terukir begitu indah dalam catatan panjang hidupku.

Seiring mengenalmu, membuatku semakin ingin terus belajar.

Berbicara tentang kami, kurang pas ketika hanya membahas “ aku dan IMM”. Begitu banyak orang hebat kutemui dalam ikatan ini.. dan inilah kata mereka tentang “ mereka dan IMM”

Bahwa

“Ber-IMM itu menggembirakan. Tidak seseram menjadi martir yang frustasi dan sia-sia. Dengan ber-IMM saya merasa punya pijakan kuat dalam hidup ini. Karena ada nilai-nilai ideal di IMM yang menjadi penyangga dan penyeimbang kehidupan. Terhadap IMMawan dan IMMawati saya punya kesan tersendiri. Teman-teman IMM itu sangat energik, dinamis, hangat. Saya senang, bangga. Apalagi gerakan dakwah Muhammadiyah sudah terbukti berusia seabad lebih sampai sekarang dan IMM lebih dari setengah abad.

Maju terus IMM. Derap derukan langkah”

( IMMawati Dwi Setyowati, Ketua Umum PC IMM Banyumas periode 2011/2012, Kabid Hikmah DPD IMM Jawa Tengan periode 2013/2015). Salam hormat dan rindu untuk kakakku, lama sekali tak berjumpa J


Kedua

“Kalau dalam hidup kita punya rumah, maka IMM adalah rumahku.
Kalau dalam hidup kita punya keluarga, maka IMM adalah keluargaku.
Kalau dalam hidup kita punya sekolah, maka IMM adalah sekolahku.
Ber-IMM menjadikanku semakin dewasa, dalam berpikir dan bertindak.
Ber-IMM menjadikanku lebih terbuka terhadap ilmu dan alam raya.
Ber-IMM itu asyik”

( IMMawan Tri Wibowo, Kabid Kader PC IMM Banyumas periode 2014/2015),


Ketiga,

“IMM adalah tempatku mengadu dan berbagi tentang pengalaman, kawan dan ilmu”

( IMMawati Anisatun Uminah, Kader IMM Banyumas, Alumni DAM BSKM Yogyakarta tahun 2012) semoga aku bisa sepertimu kawan J


Keempat,

“IMM itu mata air keteladanan. IMM itu organisasi yang tak nyaman, namun mengajarkanku untuk memaksa untuk terus berkembang  menembus zona nyaman”

( IMMawan Irfan Fatkhurohman, Kabid Hikmah PC IMM Banyumas periode 2011/2012, Sekretaris Umum DPD IMM Jawa Tengah Periode 2013/2015)


Kelima

“Semakin Banyak yang bersyukur telah mengenalmu, semoga bisa menambah panjang umurmu untuk terus menuai melati-melati baru “

( IMMawati Cut Mutiya Bunsal, Kader IMM Cabang Manado), adik yang begitu dekat walau belum pernah berjumpa, semoga suatu saat kita bisa berjumpa nduk :)


16 Kali Muktamar, terukir sejarah muktamar IMM VII di Purwokerto pada  25-31 Desember 1992, menjadi spirit sendiri untuk terus belajar.

Mengutip kata Cak Makhrus Ahmadi  bahwa “ adakah hal yang lebih romantis dari  seorang aktivis yang menulis tentang ikatannya? 

Inilah kami dan kamu.. tentang “ aku dan IMM” dan “ mereka dan IMM” yang menjadi satu dalam “Kami dan IMM”

Selamat milad ikatanku “ Mencerahkan Umat, Menduniakan Gerakan, Mengabdi untuk Bangsa Demi Indonesia Berkemajuan” tetaplah menjadi inspirasi kami ..

 “ IMM We Love You
    Study together with togetherness
    IMM We Need You
    For the future till the end “ 

(lagu IMM We Love You  cipt. dari IMMawan Demas Adi Wicaksono)

Minggu, 01 Februari 2015

Sugeng ambal warso Bapak :D



2 Februari 2015,

Pembuka bulan Februari ada hal yang berbeda saat kami ber 6 kompak menjadi “ tim usil” di rumah.

Namanya Drs. Taufik Rakhman, kami memanggil beliau dengan sebutan “ Bapak”. Bapak dikenal sebagai orang yang galak kadang, walaupun lebih tepat disebut orang yang begitu tegas. Peace pak ;)

Bapak lahir di Kota Pemalang, 2 Februari 1962, beneran kota loh karena dekat alun-alun rumah kami di Pemalang.. hehe. Hari ini tepat 53 tahun usia beliau. Sebenarnya bapak tidak terlalu suka dengan perayaan-perayaan termasuk perayaan ulang tahun. 

Namun kali ini bukan perayaan ulang tahunnya yang special, namun surat dari putra putrinya yang menjadi sangat special saya rasa di hari ini.

Surat pertama dari Mba Evi, nama lengkapnya Evi Sofia Fitriani… mba Evi bingung katanya mau nulis apa, tapi akhirnya membuat surat juga, karena itu sudah kewajiban.. hehe
Begini suratnya, 

Pa… selamat ulang tahun yaa

Semoga panjang umur, sehat selalu, dan selalu bermanfaat untuk orang lain… Aamiin

Saya gak tau mau ngomong apa, tapi perlu bapak tahu KAMI SEMUA MENYAYANGIMU..
            
 Singkat, padat namun jelas :D

Surat kedua dari Mba Dini, tak perlu dijelaskan nama lengkapnya yaa.. surat ini sudah dirancang beberapa hari yang lalu, namun baru bisa tertuang 1 Februari  pukul 21.00 saat Mas Nabil mengingatkan pada kakak-kakaknya untuk membuat surat, karena baru 2 surat yang terkumpul…
Panjang, lumayan padat dan insyaallah jelas 

Bapak, selamat ulang tahun yaa..
Semoga panjang umur, sehat selalu, sukses dan dilimpahi kebaikan disetiap waktu.. aamiin

Bapak, terimakasih sudah membesarkan kami dengan penuh kasih sayang, tanpa kenal lelah.

Bapak, kini putrimu sudah beranjak dewasa dan dengan bekal darimu ia sedang belajar untuk mulai belajar hidup mandiri, walaupun masih seringkali meminta padamu saat ku tak bisa menyelesaikannya sendiri.

Maafkan putrimu yang belum bias membahagiakanmu. Kebahagiaan bapak dan ibu adalah cita-cita yang ingin kami capai.

Segala kata takkan bisa melukiskan sayangmu pada kami.

Segala hal tak bisa membalas pengorbananmu untuk kami.

Do’amu sungguh kami rasakan dalam menjalani hidup ini. Do’a juga yang bisa menjelaskan bahwa kami menyayangimu.

TETAPLAH MENJADI KEBANGGAAN KAMI BAPAK…
                KAMI MENYAYANGIMU
                                                                                                                                ‘ putrimu ‘

Nah, surat yang ketiga dari Mba Selvi Maulida Rakhmawati, kata bapak surat ini surat yang paling pedas, sepedas nasi gorang buatan bapak tadi pagi..hehe
Suratnya berbahasa inggris, it’s her letter

Dear daddy
It’s feeling so mad to write this letter after you got angry with me in the midnight. But I have to…

First of all, I wanna say HAPPY BIRTHDAY MY DADDY…..
I wish god bless you, your business project will work successfully, get more money :D  , long age, healthy inside, fresh outside :)

Second, I just wanna say THANK YOU FOR EVERYTHING. You always gives me much of lesson for this crazy life. You’re not superman, batman, ironman or another superheroes in the avenger movies but you’re the real superhero for my life.

Third, I’m sorry for made a lot of mistakes. Don’t leave anymore because WE LOVES YOU. You makes my life complete and hope you happily everafter with mom. Aamiin

Sorry for my bad English letter Mr Taufik
Thank you, HAPPY BIRTHDAY

Keempat, dari mas Nabil Rizky Zamzami.. surat ini lebih singkat dari suratnya Mba Evi. Mas Nabil yang paling semangat buat surat loh, sampai nagih sama kakak-kakaknya.. ternyata hanya Mas Nabil yang pake salam dalam suratnya dan kita harus belajar dari Jagoan kita ni hehe
Begini surat mas Nabil

Assalamu’alaikum

Selamat ulang tahun bapa, semoga panjang umur
Dari Nabil Rizky Zamzami untuk bapa.

Dari Nabil yang ganteng lho

                Jiah narsis juga ternyata adeku ini, pake ganteng segala.. Gimana gak ganteng coba, saudaranya perempuan semua.. hehe ;)

 terakhir surat dari suratnya Azqia Aurora Madina. Kami biasa memanggilnya “ adek” atau “klodek”.hehe
Adek masih sekolah di TK, namun tak mau ketinggalan meramaikan agenda bulan Februari ini..

Selamat ulang tahun ke 53 BAPAK 

Dari Azqia Aurora Madina

Lengkap dengan gambar bapak yang lebih mirip gambar upin..hehe

Masih ada yang kurang sebenarnya, surat dari ibu.. tak apalah.. tak perlu diungkapkan dengan surat, sudah pasti ibu begitu menyayangi bapak, sudah 25 tahun gitu mereka hidup bersama.. iiihhhiiirr…

Jadi pagi ini ceritanya, bapak yang sedang menonton televisi di ruang tengah tiba2 mendapat kue tart disertai dengan lagu selamat ulang tahun dari kami.. potongan pertama itu diberikan pada ibu, ya iyalah sama ibu ;), nah selanjutnya kami yang berebut mendapat potongan-potongan  selanjutnya.. Bukan masalah kue yang lezat, namun kebanggaan saat menjadi pemenang dalam kompetisi inilah yang menyenangkan. ( Kompetisi berebut kue hehe)

Nah setelah itu, dibukalah kado untuk bapak disertai surat dari kami, berurutan dari Mba Evi sampai Adek. 

Kami bagai tersangka yang ketauan, kabur saat bapak mulai membaca satu persatu surat dari kami. Sebenarnya kami dipanggil ke kamar bapak, tak tahu untuk apa namun kami lebih memilih kabur ke kamar..

Tiba-tiba bapak masuk ke kamar kami dengan tangisan itu, tangis haru… hehe bapak map ya kami jail..
Satu per satu bapak memeluk kami, entah kapan terakhir kali bapak memeluk kami. Sudah lupa saat2 itu, namun pasti itu saat kami kecil.. pelukan itu begitu hangat, pelukan dari orang yang begitu kami cintai dan mencintai kami.

Ibu yang baru pulang dari membeli sayuran bingung saat melihat bapak menangis, seorang bapak menangis..hehe



Kami menyayangimu Bapak, Kami menyayangimu ibu..

Semoga Allah selalu melindungi keluarga kami, selalu dibimbing menuju RidhoNYA, selalu menguatkan dalam Do’a.. aamiin 

Senin, 12 Januari 2015

Aku.....



Malam ini pikiranku melayang, mencoba mengingat hal2 yang pernah terjadi dalam hidupku….

Mutiara Dien Safitri,
 begitulah nama yang orang tuaku berikan pada ku.. menurut penjelasan nama itu mengandung harapan kelak putri mereka akan menjadi perhiasan di dalam agamaNya yang suci.. aamiin.. keluarga dan teman2ku lebih sering memanggil dini, lebih simple kurasa, namun beberapa juga memanggil dien.. 

Laki2 hebat dalam hidupku Ayahanda Taufik Rakhman, Ibunda Dumyati, Kakak perempuanku Evi Sofia Fitriani, serta ade2ku Selvi Maulida Rakhmawati, Nabil Rizky Zamzami, Azqia Aurora Madina..Aku sangat menyayangi kalian...
Masa kecilku banyak dihabiskan di tanah kelahiranku di Purbalingga, meskipun kadang sewaktu2 berkunjung ke Pemalang, kampung Bapak..

Meski namaku Mutiara, kulitku termasuk hitam bila dibandingkan kakak, adikku dan kawan2 seusiaku. Kadang tak pas namaku dengan kulit hitamku. tak apalah, hitam itu manis katanya..hhehe

Memasuki usai sekolah, aku ikut belajar di TK Aisyiyah Bustanul Athfal satu2nya taman kanak-kanak di desaku.. aku melewati masa sekolah di TK 2 tahun, lupa-lupa ingat masa2 itu.. 1 tahun di bangunan sekolah lama yang kini sudah di gunakan sebagai rumah warga dan 1 tahun di bangunan sekolah yang baru, sekolahku itu masih berdiri tegak hingga sekarang dengan lambang Matahari yang memancarkan 12 cahaya dan Kalimat Syahadat di tengah gambar matahari, (macam Sekolah dalam novel Laskar Pelangi yg lambang Matahari itu disebutkan hehe)

Cerita dari ibu, aku hampir tak diperbolehkan masuk SD Negeri di desa kami karena umurku yang terlalu muda saat itu. Aku sangat mengingikan sekolah disana karena kakak dan teman-temanku juga bersekolah disana.. tak tahu mengapa aku akhirnya diterima juga dengan catatan bila aku tak bisa mengikuti pelajaran, bisa saja aku tinggal kelas…

Seragan Merah Putih, dan menjadi siswa SD.. guru kelas satu bernama bu Rus. Ibu guru dengan sanggul menjadikan beliau terlihat begitu anggun.Rumah beliau di depan gedung 2 sekolah kami. saat itu kelas kami masih menggunakan papan tulis hitam, kapur dan tak lupa tuding.tahukah kalian apa itu tuding?? Tuding itu dibuat dari potongan bambu, besarnya kira2 satu jari kelingking orang dewasa dengan panjang sekitar satu meter untuk menunjuk hal2 yang sedang dijelaskan oleh ibu guru. Saat itu aku termasuk anak yang kadang kurang hati-hati, hingga saat kami bermain aku terjatuh hingga bekas luka di keningku masih hingga sekarang, mirip orang india ada tanda di kening..hehe… awal masa sekolah kami selalu dididik disiplin oleh bapak, setelah pulang sekolah harus tidur siang, di kunci dikamar walaupun aku dan kakakku sering kabur lewat dengan melompati jendela.nakal dikit halal lah..(peace)

Kelas 2, sedikit lupa  guru kelasku saat itu adalah Pak Sultoni, kepala sekolah kami. Kami tak tahu rumah beliau, karena beliau bukan warga desa kami, hanya pernah dijelaskan bahwa beliau tinggal di kota kecamatan.. Setiap guru datang selalu kami berebutan mencium tangan mereka, tak hanya guru setiap penjaga sekolah kami datang juga kami berebutan mencium tanggannya, namanya pak Rasno . hingga sekarang masih bertemu dengan pak Rasno ketika mengantar adikku ke sekolah.

Kelas 3, wali kelas kami bernama bu Rop, selain mengajar beliau juga punya rias pengantin, rumah Beliau di sebelah desa kami, seberang jalan raya.. Bu rop juga merupakan guru yang baik, sabar. Tak ada guru yang galak di sekolah kami kala itu. Kelas 3 kami mulai berolah raga di lapangan desa, gurunya bermana Bu Yuti kalau tidak salah, guru olah raga kami seorang perempuan, hebat bukan ??. senang sekali kalau pelajaran olahraga itu tiba, karena untuk menuju lapangan desa kami harus melewati persawahan, itu yang begitu menyenangkan, berpeleset dan jatuh ke tanah itu menjadi hal biasa. Kalau ada teman yang jatuh kami lebih sering menertawainya dulu sebelum membantu menolong.. sungguh indah cerita itu. Seingatku mulai kelas 3 ini aku belajar mengenal Pramuka, ikut dalam pesta siaga, perkemahan, belajar tali temali.. sungguh menyenangkan.

Kelas 4, Pak Rusyono, sosok pak guru yang begitu tegas, namun ramah dan sayang kepada murid2nya. Tulisan beliau sangat rapi dengan Huruf tegak bersambungnya. Buku di sekolah kami tak bisa dibilang banyak sehingga kami sering menyalin bacaan yang ada di buku cetak. Pak guru dan sekretaris kelas yang biasanya menulis di papan tulis, sekali-kali juga kami di dikte agar lebih cepat dalam menulis. Ruang kelas kami berada di gedung 2, bersebelahan dengan lapangan dan pemakaman, dan deretan pohon bambu. Sungguh menyeramkan sekolah kami kalau mendung. Pak Rus guru yang begitu baik, kalau sedang panen jambu di rumahnya, beliau selalu menyuruh anak laki-laki ke rumahnya, memetik jambu dan membawanya ke sekolah.. segar rasanya. Beliau juga sering sekali membacakan kami cerita sebelum kami pulang kerumah, memperlihatkan kami satu alat musik, harmonica yang baru pernah kulihat. 

Kelas 5, kami kembali menempati gedung utama sekolah kami, Bu Sugi itu nama panggilan kami untuk guru kelas 5, hal yang paling ku ingat ketika kelas 5 adalah kami yang harus berpindah kelas ke rumah Bu Sugi yang rumahnya di sebelah sekolah kami, ada pohon tumbang di belakang kelas kami dan tepat roboh di ruang kelas 5. Itu tak menyurutkan kami belajar, karena tidak semua murid merasakan bersekolah di rumah gurunya.. hehe.. tak jarang aku berangkat lebih awal dari rumah untuk sekedar mampir ke kebun untuk mencari cengkeh yang jatuh atau melinjo di musim-musim tertentu, dan kami lanjutkan pada siang harinya setelah pulang sekolah.. kadang untuk mencari itu harus berkeliling dari kebun satu ke kebun yang lain,setelah kami jemur cengkeh-cengkeh dan melinjo itu bisa kami jual. asik lah. teman setiaku  itu namanya Rohyatun, panggilannya Siroh, banyak di desaku nama panggilan awalnya menngunakan “Si”, contohnya Darsiti kami panggil dengan Sidar, Siti Khomariah, kami panggil Sikhom.. kalau dipikir-pikir unik memang..

Kelas 6, sejak masuk kelas 6 SD, kami di ajari oleh guru kami pak Tomo untuk belajar berjilbab. Sehingga semua murid perempuan kelas 6 diwajibkan memakai jilbab, walaupun masih menggunakan serangan pendek. Beruntung kala itu, ibu membuatkanku seragam baru hingga aku bisa memakai seragam lengan panjang, dan buka rok yang ku pakai, melainkan baju putih lengan panjang dan celana merah.. seragam kelas 6 yang berbeda. Sewaktu kami SD ada yang namanya kotak belajar, jadi beberapa murid di kelas kami di tunjuk untuk memegang satu mata pelajaran, membuatkan soal latihan untuk dikerjakan teman2 satu kelas dan mengoreksi pekerjaan teman2. Aku mendapat tugas memegang pelajaran Agama Islam, mungkin karena aku yang menggunakan seragam panjang, walaupun pelajaran Agamaku juga sama seperti teman2.. hehe. Dikelas 6 ini pulalah aku mulai memantapkan diri untuk menggunakan jilbab, bismillah semoga dengan jilbab ini aku belajar menjadi perempuan yang lebih baik lagi.

Masa-masa Sekolah Dasar terasa begitu cepat berlalu, hingga tiba hari kelulusan. Hanya beberapa dari kami yang melanjutkan ke SMP. Kalaupun melanjutkan mereka lebih memilih di SMP yang terletak di desa kami, dan hanya kami ber 3 yang melanjutkan SMP di Kota Kecamatan : Anny, Darojat dan Aku.. sungguh lebih menyenangkan masa2 SD dengan teman2 di desa… itu yang kurasa saat pertama kali masuk SMP.

Saat2 SD aku juga memiliki teman yg begitu dekat, kami masih satu keluarga walau rumah kami berjauhan, namanya Lilis. Beberapa kali juga kami berkirim surat, bercerita tentang sekolah kami.. gayanya masih satu desa pake surat2an..hehe

SMP Negeri 1 Bobotsari, Spensaboss nama kerennya.. salah satu sekolah favorit di tempat kami, beruntung aku diterima di sana, kalau tidak diterima katanya aku hendak dimasukkan ke SMP Muhammadiyah atau Pondok Pesantren, bersama dengan kakakku. Tak bisa kubayangkan hidup di pondok pesantren yang tak bebas bepergian..hehe.. Rahayu, Jumiati, Erin, Rahayu teman2 yang begitu dekat saat kami sekolah di SMP. Anny juga tetap menjadi teman setiaku, apabila satu dari kami pulang duluan, akan saling menunggu untuk sekedar pulang bersama.

3 tahun juga terasa begitu cepat, 1B kelas pertamaku di sekolah ini dengan Wali Kelas Bu Sri Saptaningsih. Berbeda dengan sekolah SD dimana satu guru mengajar berbagai mapel, mulai SMP satu guru hanya memegang satu maple. Kelas 2A dengan Wali Kelas Bu Sulastri, guru matematika terhebat kami yang akan diam tiba-tiba bila ada salah murid yang ngobrol di kelas. Pramuka masih menjadi pilihanku kala itu, disamping Badminton karena itu olah raga yang paling kusuka. Saat tahun ke-2 hanya beberapa siswa yang memakai jilbab, dan satu angkatanku hanya aku yang berjilbab. Gak enak rasanya berbeda dengan teman2, tapi itulah cita2ku dari pertama kali aku berjilbab, aku ingin belajar. Kelas 3E yang letak kelasnya di pojok belakang, dekat kamar mandi..hehe wali kelasku bernama pak Edi, beliau guru yang menyenangkan. Semangat kalau sedang mengajar.Teman sebangkuku namanya Rina Nurkhasanah, tak dengar lagi kabarnya sejak kami lulus SMP, katanya dia ikut ke luar kota bersama orang tuanya. Semoga kau selalu dijagaNya teman dan kita bias berjumpa kembali.

Tidak terlalu banyak ceritaku di SMP, ada satu guru yang begitu baik, Beliau guru Olahraga, namanya pak Supriyadi, beliau juga guru ibu waktu SMP. Sebenarnya aku bukan orang yang senang pada pelajaran olah raga, servis volley tak sampai, lari pun tak bisa cepat, apalagi berenang (itu terakhir kulakukan saat ujian akhir olah raga SMP, kata beliau yang penting sudah berani mauk ke kolam renang nanti dikasih nilai) hehehe

Saat memasuki SMA hampir separuh siswa barunya berasal dari SMPku, sudah menjadi turun-temurun kalau anak2 dari SMP Negeri 1 Bobotsari masuk ke SMA Negeri 1 Bobotsari. Begitu juga dikelasku, separuh siswanya berasal dari sekolahku dulu, masa2 MOS menjadi hal yang menyenangkan sekaligus kurang menyenangkan ketika kita haru menebak2 benda apa yang kakak kelas maksud untuk dibawa esok hari. X H kelasku dengan wali kelas bu Meila, ibu guru ekonomi dengan perawakan kecil. kelas kami terletak di pojok dekat dengan Lab Komputer . saat penjurusan tiba, aku lebih memilih jurusan ipa karena saat itu cita-citaku menjadi seorang Dokter. XI IPA 4, itu kelasku dan sungguh lupa nama wali kelasnya ( bapak maafkan saya, begitu berdosa saya hingga lupa nama bapak ), namun saya ingat bapak seorang guru fisika dan dipindahtugaskan ke kota kelahiran bapak sehingga tidak bias terlalu dekat dengan bapak. XII IPA 3 atau nama kerennya cannabis sativa (communitas of nature bios satuan tiga ipa). Mentang2 anak IPA yaa dan wali kelasnya Bu Retno guru Biologi, nama kelasnya pakai nama itu..hehe. Saro’ah yang setia menjadi teman sebangkuku, Nani yang mempunyai nama belakang seperti namakku, Sari, Caca, dan banyak temanku yang lain mengisi hari2ku di SMA, tak lupa satu nama Rizky Pambajeng Ramadhani, dia berasal dari Surabaya, kami akran dari kelas X, namun keakraban itu hilang ketika kita memilih jurusan yang berbeda, aku di IPA dan dia mengambil IPS. semoga kita bisa berjumpa lagi teman..

Ambalan Pangeran Diponegoro dan Raden Ajeng Kartini, menjadi awalku belajar di organisasi. Ekstra Pramuka setiap sabtu, Pemantapan, LDK, Penegak Bantara menjadi kata yang tidak terlupa. 

Dan semua yang telah terjadi jangan padamkan bara ini, dan semua yang akan terjadi tetap kobarkan bara ini. ( lagunya kak Nathan yang masih ku ingat)

LULUS 100%, Alhamdulillah…


PRODI D.III KEBIDANAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Tak pernah terbayangkan aku bersekolah dikampus yang selalu kami sebut sebagai kampus bapak ketika kami berjalan-jalan di Purwokerto. Kuliah dengan perempuan semua dalam satu kelas, menjadi hal yang begitu menyenangkan. Dengan seragam kebanggaan putih2 kami. 

Asrama, menjadi tempat tinggal pertamaku di Purwokerto, tak pernah ku bayangkan kalau aku kembali ke asrama dengan posisiku yang berbeda dengan dulu.Belajar menjadi seorang bidan, praktikum di Rumah Sakit, Puskesmas, di Rumah Bidan. Rindu saat2 bersama kalian Srintil, Tuyul, Tante Rina, Ponakan Rahmi, Lien, Zaza, Mb Dea, Mb Mufi, Dedew, Eby, Erma, Caca, Furry, Keken, Ame.. Kawan2 angkatan 3 Kebidanan UMP. Menulis Asuhan Kebidanan hingga mual ( gak ada hubungannya ya, tapi itu betul terjadi)

Hal yang begitu mengesankan adalah aku berkenalan dengan HMPS Kebidanan dan si Merah atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Komisariat Ilmu Kesehatan, itulah tempat kami belajar dan mengenal si Merah ini, Tami, Didi, Ketum Dwi, kalian sungguh orang2 “gila” yang kutemui di kampus ini. Kenangan kita dalam ikatan ini menjadikan kita begitu akrab.Sekre sudah laksana rumah kita sendiri, mengerjakan tugas, bermain, bercanda.. entah kapan kita bisa berkumpul lengkap kembali, ku berharap semoga kita akan di pertemukan kembali. Special for my Ketum yg mungkin sudah pulang ke Sumatera, ditunggu kembali lagi kesini yaa , Tami yang sudah lulus nersnya, Didi yang masih ners.keep spirit kawan..

3 Tahun yang begitu cepat, Oktober 2012 Kuakhiri masaku manjadi Mahasiswa dan Wisuda.. menyandang gelar Ahlimadya Kebidanan, Alhamdulillah.. Kuliah selama 3 tahun, Praktikum, Askeb, KTI terjawab sudah semua.

Ada hal yang masih memberatkanku ketika Wisuda adalah aku harus berpisah pula dengan IMM, rumahku, keluargaku disana. Beruntung kala itu ada lowongan dikampus, dan Alhamdulillah aku lolos, lega rasanya bisa kembali ke IMM dan bergabung dengan PC IMM Banyumas. Ketum Umar , Bendum Elok, Bid IMMawati  Mb Vita n Tami, Bid Hikmah Ms Bagus n Lukas, Bid Kader Lina n Didi, Bid Organisasi Miko n Najun, Bid Kewirausahaan Lina n Ani, Bid keilmuan Mb Riska n Omet, Bid Seni Budaya Ade n Lis, Bid Dakwah Bowo n Hafidz, Bid Sosial Mb Diyah Bid Media Pak Pres Lukim yang kutinggal, maafkan aku hehe, Rifky, Ms Hajir, Arini sungguh kalian adalah orang2 hebat dalam Hidupku.dari  IMM juga aku mengenal kawan yang menginspirasiku belajar menulis.. terimakasih sahabat…

Aku bersyukur mengenal kalian ::)